6 Film Indonesia dengan nominasi dan kemenangan terbanyak di FFI

Ajang penghargaan Festival Film Indonesia (FFI) 2020 akan puncaknya pada 5 Desember. Oleh karena itu, saatnya memberikan apresiasi kepada film anak bangsa untuk merayakan keragaman cerita yang luar biasa, visual yang apik, dan bertalenta. talenta yang telah mencuri hati jutaan orang Indonesia.

Jika ingin mengikuti euforia FFI sebelum pengumuman pemenang akhir pekan ini, Guru-Gokil, Humba Dreams, Imperfect: Career, Love & Scales, dan Later We Stories About Today adalah beberapa film yang menerima multi- menominasikan FFI tahun ini yang dapat Anda tonton di Netflix. Namun jika Anda masih ingin tahu lebih banyak, simak film-film berikut yang meraih nominasi dan kemenangan FFI terbanyak setiap tahunnya.

Manusia Bumi

Diadaptasi dari novel karya penulis peraih penghargaan Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia mendapatkan total 12 nominasi di ajang FFI 2019. Film drama biografi sejarah ini mengisahkan tentang seorang pria asli Jawa dan seorang gadis berdarah campuran Belanda yang jatuh cinta di tengah gejolak nasional di awal abad. -20. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan dan Mawar Eva de Jongh, Bumi Manusia mendapat nominasi dalam berbagai kategori, antara lain Film Fitur Fitur Terbaik, Sutradara Terbaik, Desainer Efek Visual Terbaik, dan Desainer Gaun Terbaik.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Kisah

Film besutan Mouly Surya ini berhasil menyabet 14 nominasi dan 10 kemenangan di FFI 2018. Namun tak hanya di Indonesia, Marlina the Killer in Four Acts juga mendapat pengakuan global, termasuk di pemutaran perdana di Directors Fortnight Cannes Film Festival 2017. Aktris Marsha Timothy muncul sebagai Marlina, seorang janda muda yang mencari keadilan bagi para penjahat yang mencoba merampok dan memperkosanya. Berkat penampilan aktingnya yang luar biasa, Marsha Timothy muncul sebagai Aktor Wanita Terbaik di FFI, Maya Awards, dan Sitges Film Festival. Jangan lewatkan Marlina the Murderer in Four Acts yang kini sudah tayang di Netflix!

Kartini

Kartini berkisah tentang seorang gadis keturunan bangsawan yang berjuang untuk meningkatkan akses pendidikan perempuan di awal tahun 1900-an. Ditunjuk sebagai sosok emansipasi wanita Indonesia, Kartini mendominasi FFI 2017 dengan total 14 nominasi – dari Best Film hingga Best Image Editor. Film mengharukan karya Hanung Bramantyo ini berkolaborasi dengan sejumlah artis ternama Indonesia, di antaranya Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, Ayushita, Adinia Wirasti, dan Christine Hakim yang berhasil meraih penghargaan Best Supporting Female Actor.

Hamba Setan

Pengabdi Setan adalah film horor Indonesia yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar. Film ini berhasil membawa pulang 7 kemenangan dari total 13 nominasi di FFI 2017, antara lain Sinematografi Terbaik, Suara Terbaik, dan Efek Visual Terbaik. Bercerita tentang keluarga yang terancam keberadaan roh jahat, Pengabdi Setan menyuguhkan horor yang sangat mencekam sehingga menjadikannya salah satu film Indonesia terpopuler tahun 2017. Pengabdi Setan pun mendapat berbagai pujian internasional, antara lain Film Horor Terbaik dan Paling Banyak. Film Menakutkan di Toronto After Dark Film Festival 2018.

Athirah

Athirah merupakan adaptasi novel semi biografi karya Alberthiene Endah tentang ibu mantan wakil presiden Indonesia M. Jusuf Kalla. Film drama biopik ini mendapatkan total 10 nominasi dan 6 kemenangan di ajang FFI 2016, di antaranya Film Terbaik, Sutradara Terbaik Riri Riza, Pemeran Utama Wanita Terbaik Cut Mini Theo, dan Skenario Adaptasi Terbaik Salman Aristo dan Riri Riza. Berbicara tentang kehidupan seorang wanita bernama Athirah yang berubah ketika suaminya menikah dengan wanita lain, film ini juga telah sukses diputar di beberapa festival film internasional, seperti Vancouver International Film Festival, Busan International Film Festival, dan Tokyo International Film. Festival.

Rudy Habibie

Karya Hanung Bramantyo lainnya yang mendominasi FFI adalah Rudy Habibie dengan total 10 nominasi di FFI 2016. Film yang dibintangi oleh Reza Rahadian ini merupakan prekuel dari film Habibie & Ainun yang mengikuti perjalanan Habibie saat masih kuliah di bangku kuliah. Jerman. Tak hanya perjuangan dan prestasi Habibie muda, film ini juga melibatkan cinta segitiga antara Habibie, gadis asal Polandia (Chelsea Islan), dan gadis bangsawan asal Solo (Indah Permatasari), jauh sebelum ia bertemu dengan istrinya Ainun.

Film FFI mana yang akan Anda tonton? Tonton semuanya di Netflix.

Postingan 6 film Indonesia dengan nominasi dan kemenangan terbanyak di FFI muncul pertama kali di Cinemags.